Menguji data dan fakta MICHELLE NATASYA/00000014420

 

Teks 1  (ARGUMEN)

http://candrawiguna.com/mengapa-menolak-hukuman-mati/

Kesimpulan : hukuman mati adalah bentuk hukuman yang sudah tidak layak diterapkan di zaman sekarang, selain karena sebagai bentuk pelanggaran HAM dan ketidakkonsistenan negara dalam menjalankan undang-undang, ada kemungkinan kesalahan vonis dalam pengadilan, tidak memberikan solusi, tidak sesuai dengan cara pandang negara maju, juga karena hukuman mati tidak lebih efektif dalam menekan angka kejahatan sehingga hukuman mati lebih banyak merugikan negara dibanding manfaatnya.

Premis  :

1. Tidak Ada Peradilan Yang Sempurna

  1. Hukuman Mati Bukan Solusi
  • Tidak semua orang takut mati
  • Efek jera kok eksekusinya tertutup?
  • Vonis maksimal jarang dijatuhkan
  • Tidak efektif mengurangi kejahatan
  • Manusia hidup lebih berharga daripada mayat
  • Penjahat bisa tobat, amarah bisa berlalu
  • Soal kontrol lapas yang masih lemah
  1. Memperburuk Citra Negara
  2. Bertentangan Dengan Undang Undang Dasar

Berdasarkan artikel di atas cara yang digunakan untuk menguji data tersebut adalah  dengan cara :

  1. Kesaksian = ada pada kalimat “sebut saja kasus yang menimpa Carlos de Luna, Ellis Wayne Felker, atau Jesse Tafero.”
  2. Observasi =
  • ada pada kalimat “Bahkan Amnesty Internasional mencatat bahwa untuk di wilayah Amerika Serikat saja sejak tahun 1973 telah terjadi 130 kasus orang tidak bersalah yang divonis mati.”
  • Ada pada kalimat “ karena pada pasal 28A Undang-Undang Dasar 1945 dengan jelas mengatakan bahwa “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”
  • Ada pada diagram penelitian.
  • Ada pada kalimat “Bandingkan dengan kasus yang dialami oleh David Ranta dan Iwao Hakamada, dimana mereka dinyatakan tidak bersalah setelah divonis penjara selama puluhan tahun.”
  • Ada pada kalimat “Undang-undang tentang HAM nomor 39 tahun 1999 dimana pada pasal 9 ayat 1 dikatakan bahwa “Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya”.”
  1. Autoritas = ada pada kalimat “ Kalau kata Soe Tjen Marching, hukuman mati adalah sebuah pernyataan kecongkakan bahwa tidak akan ada kesalahan atau hal yang perlu direvisi dalam keputusannya. Sebuah bentuk kekerasan tersendiri yang seharusnya ditiadakan dalam zaman modern.”

Artikel di atas juga dapat diuji faktanya yaitu dengan cara :

  1. Konsistensi = dari awal sampai akhir, artikel ini menentang yang namanya hukuman mati. Tidak ada satupun evidensi yang melemahkan evidensi lainnya. Bisa dilihat dari premis yang telah ditentukan.
  2. Koherensi = memakai contoh-contoh yang koheren dengan pengalaman-pengalaman manusia seperti yang ada pada kalimat “Si A terdakwa korupsi, hukumannya hanya 2 tahun penjara. Si B terdakwa kasus terorisme, hukumannya hanya 5 tahun penjara. Pelaku korupsi tidak jera, teroris masih ada, masyarakat tidak mendapatkan rasa keadilan.”

 

Teks 2 (NONARGUMEN)

http://www.alodokter.com/penyakit-jantung

Artikel di atas bukan artikel argumen jadi tidak memiliki premis dan konklusi.

Berdasarkan artikel di atas cara yang digunakan untuk menguji data tersebut adalah  dengan cara :

  1. Observasi = ada pada kalimat “. Sekitar 35 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung. Menurut Federasi Jantung Dunia, angka kematian akibat penyakit jantung koroner di Asia Tenggara mencapai 1,8 juta kasus pada tahun 2014.”
  1. Autoritas = artikel ini ditulis oleh seorang dokter yang memang sudah mengerti.

Artikel di atas juga dapat diuji faktanya yaitu dengan cara :

  1. Konsistensi = dari awal sampai akhir artikel ini sifatnya hanya member penjelasan tentang penyakit jantung koroner dan sifatnya tidak mmpengaruhi pembaca.
  2. Koherensi = fakta- fakta yang diberikan diatur sehingga membentuk untaian yang logis.

Teks 3 ( Makna dalam berita )

http://edukasi.kompas.com/read/2016/09/15/17003661/baca.buku.dapat.uang.

Premis :

  1. jadilah seorang peresensi buku.
  1. Tulisan resensi yang dimuat ada honorariumnya.

Kesimpulan :

Jadi mulailah membaca buku dan memanen uang dari hasil bacaan anda tersebut

Berdasarkan artikel di atas cara yang digunakan untuk menguji data tersebut adalah  dengan cara :

  1. Kesaksian = . Berita diatas menceritakan bagaimana pengalaman seseorang yang mampu membaca buku, meresensikannya, dan mendapatkan penghasilan dari membaca buku tersebut.

Artikel di atas juga dapat diuji faktanya yaitu dengan cara :

  1. Konsistensi = dari awal sampai akhir artikel ini mau meyakinkan pembaca bahwa membaca buku bukanlah suatu kegiatan yang tidak produktif malahn membaca buku dapat menghasilkan uang.
  2. Koherensi = memakai contoh-contoh yang koheren dengan pengalaman- pengalaman yang si penulis telah lalui.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s